Follow Us @soratemplates

Jumat, 09 Februari 2018

Hubungan Internasional Indonesia dengan Negara Lain

Februari 09, 2018 0 Comments

Contoh-Contoh Hubungan Internasional yang Dilakukan Indonesia dengan Negara Lain


Contoh-Contoh Hubungan Internasional yang Dilakukan Indonesia dengan Negara Lain

loha loha ~ ~ ~ !
tugas lagi tugas lagi . . . pusing kepala dibikin nih tugas! @.@
kali ini, aku bakal nge-share tentang . . . .
"Contoh-Contoh Hubungan Internasional yang Dilakukan Indonesia dengan Negara Lain"
ini sumbernya buku pkn.... soalnya si-Guru minta presentasi tentang Contoh-Contoh Hubungan Internasional yang Dilakukan Indonesia dengan Negara Lain....


moga ini membantu~ ^_^

A.      Bilateral

1. Hubungan Internasional Indonesia dengan Korea
                Hubungan internasional Indonesia dengan Korea berjalan di segala bidang. Salah satunya adalah bidang pendidikan. Di bidang pendidikan, Indonesia dan Korea melakukan suatu kerjasama dalam bentuk beasiswa bagi siswa dan mahasiswa Indonesia untuk belajar di Korea.
                Beberapa program beasiswa diturunkan dari beberapa lembaga dan universitas di Korea. Ada pula yang diturunkan oleh Kedutaan Besar Korea di Indonesia.
                Program beasiswa ini tentunya membantu para siswa dan mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studinya di luar negeri, khususnya Korea. Program yang ditawarkan biasanya beasiswa S1, S2, hingga S3.

2. Hubungan Internasional Indonesia – Norwegia
                Hubungan bilateral Indonesia – Norwegia dalam bidang energi telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sebagai hasil nyata dari perjanjian kerjasama bidang energi yang ditandatangani di Jakarta tanggal 18 September 1995.
                Salah satu contoh dekatnya hubungan antara kedua negara ini dapat dilihat dari meningkatnya kegiatan seminar dalam bidang peningkatan produksi minyak tahap lanjut (enhanced oil recovery), dan teknologi laut dalam.

3. Hubungan Internasional Indonesia-Inggris
                Hubungan Indonesia – Inggris berjalan di sektor perekonomian. Salah satu bentuk koneksi dagang Indonesia-Inggris adalah ekspor migas ke Inggris karena Inggris tak memiliki cadangan minyak bumi. Guna menutupi kekurangannya terpaksa pemerintah British Raya mencari koneksi dagang terhadap negara penghasil minyak bumi termasuk Indonesia.
                Bentuk kerjasama Indonesia-Inggris di sektor perdagangan antara lain ekspor baja, karet alam, mebel dari kayu ke Inggris. Sebaliknya Inggris mengekspor bahan pangan berupa gandum, makanan olah lainnya, berbagai macam jenis mesin pabrik dan teknologi IT ke Indonesia.

4. Hubungan Internasional Indonesia-Jepang
                Hubungan ini dalam bentuk forum investasi bersama tingkat tinggi pemerintah swasta antara Jepang dan Indonesia. Rencana investasi ini meliputi masalah bea, customs, tenaga kerja, infrastruktur dan daya saing.

5. Hubungan Internasional Indonesia-Australia
                Hubungan ini dilakukan di bidang hukum dan perdagangan. Pemerintah Australia sepakat dengan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kerja sama bilateral, regional dan internasional. Kerja sama penegakan hukum dan keamanan. Meliputi penyelundupan manusia, perdagangan manusia dan kerjasama kejahatan.

6. Hubungan Internasional Indonesia-Ethiopia
                Hubungan ini melalui ekspor-impor produk utama Ethipopia dari Indonesia. Produk itu antara lain adalah sabun, benang, batu baterai, perlengkapan dapur, kertas. Sedangkan ekspor produk utama Ethiopia ke Indonesia adalah kulit

B.      Regional

1. Hubungan Internasional Indonesia dengan Negara-Negara ASEAN
                Hubungan Indonesia dengan negara-negara ASEAN salah satunya di bidang perdagangan yaitu AFTA (ASEAN Free Trade Area) yaitu dimana negara-negara yang berada di kawasan ASEAN dapat melakukan perdagangan bebas untuk melakukan ekspor impor tanpa dikenakan bea cukai.

C.      Multilateral      

1. Hubungan Internasional Indonesia  dengan banyak negara di seluruh dunia
                Hubungan Indonesia dengan PBB dalam bentuk perundingan mengenai hukum internasional dan tindakan terkait dengan masalah internasional.
                Dengan hubungan ini negara Indonesia berhak untuk mengajukan pandangan terhadap isu internasional. Bergabungnya Indonesia ke dalam PBB mempercepat proses penyelesaian konflik Indonesia – Belanda (penjajah), sehingga  mau mengakui kedaulatan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949

Lukisan Abstrak

Februari 09, 2018 0 Comments

>> DUA LUKISAN ABSTRAK DENGAN MAKNA BERBEDA

Lukisan abstrak tidak semua orang memahami arti dan maknanya, apa yang ingin disampaikan sang pelukis tertuang diatas canvas dalam wujud karya seni, sebagaimana 2 lukisan abstrak karya pelukis master Heno Airlangga yang memiliki arti dan makna yang berbeda berikut ini.

" Persahabatan merah dan hitam " 89cm x 55cm, 2016

Arti lukisan dari Pelukis: Meski berbeda warna, tidak menghalangi untuk menjalin persahabatan, apapun latar belakang, warna kulit, warna rambut, perbedaan suku, negara, agama, jangan menjadikan semua perbedaan tersebut sebagai alasan untuk perpecahan. 
Persahabatan merah dan hitam adalah simbol persahabatan meskipun dari latar belakang yang berbeda, ada banyak keindahan dalam sebuah persahabatan.



" Pusaran kehidupan " 55cm x 45cm, 2016

Arti lukisan dari Pelukis: Saat sebelum manusia tercipta dalam rahim ibu nya, saat masih dalam bentuk sperma yang jumlahnya miliaran, dimana dari setiap sel tersebut saling berlomba untuk menuju sebuah sel telur dalam rahim. Mereka berlomba menuju kedalam pusaran kehidupan, dimana didalam rahim sang ibu, kehidupan dari manusia mulai terbentuk. Dan disitu pula takdir akan kehidupan manusia ditetapkan.

Jumat, 02 Februari 2018

Tutorial Hijab

Februari 02, 2018 0 Comments
Vidio ini saya upload khususnya untuk para perempuan yang senang memakai hijab.Vidio ini saya kirim bukan hanya untuk wanita yang senanhg berhijab saja tetapi untuk seluruh wanita,Dan semoga vidio yang saya kirim ini dapat menyentuh hati para wanita yang belum memakai hijab untuk berhijab.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat ;;))))
Terima Kasih

Jumat, 12 Januari 2018

Hahahahahahahaahhhhhhhhhhhhhhh...................

Januari 12, 2018 0 Comments

Sebagai makhluk yang indah wanita sering menjadi korban dari kisah asmaranya sendiri. Kebanyakan wanita saat hubungan asmaranya kandas ditengah jalan maka wanitalah yang cenderung mengalami kesedihan yang mendalam. Hal ini memang terlihat wajar karena wanita itu cenderung mengedepankan sisi emosional mereka jadi saat kisah cintanya dengan pria idaman berakhir dengan jalan perpisahan maka mereka akan terjebak dalam nuansa kesedihan yang cukup panjang. Sayangnya kebanyakan wanita justru menilai bahwa hal tersebut terjadi karena pria memang tidak bisa mengerti wanita. Ladies, faktanya dalam kehidupan romansa itu Anda tidak hanya menjadi satu pihak yang ingin dimengerti, karena para pria pun menginginkan hal yang sama.
Dewasa ini, dengan perkembangan pengetahuan dan pola pikir maka sejatinya Anda tidak hanya memandang dari satu sudut pandang. Bukalah mata dan pemikiran Anda seluas-luasnya, ingat cinta itu hanya untuk mereka yang dewasa bukan untuk anak kecil. Jika Anda bertanya kenapa Anda selama ini gagal dalam hubungan dengan si pria idaman atau bahkan sebagai wanita cantik Anda kesulitan untuk mendapatkan seorang pria yang bisa berbagi kasih dengan Anda maka mungkin jawabannya adalah tingkat kedewasaan Anda. Kedewasaan seseorang itu akan berpengaruh penting dalam kehidupan romansa Anda, karena wanita dewasa itu adalah wanita yang tahu bagaimana memperlakukan pria, bagaimana membuat prianya selalu jatuh cinta dan yang penting adalah wanita yang tahu bagaimana menghadirkan cinta pada pasangannya, hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wanita dewasa dimata pria. Lantas bagaimana caranya menjadi wanita dewasa idaman pria? Berikut ulasannya.
Menjadi wanita yang dewasa atau yang kerap disebut lovable lady sebenarnya tidak sulit karena yang Anda butuhkan hanya dua hal.

Pesan singkat untuk laki laki

Januari 12, 2018 0 Comments
Seorang wanita itu cenderung memiliki sifat mudah terbawa perasaan dan mudah percaya, maka itu sebagai laki-laki hendaknya bersikap hati-hati terhadap perempuan, jangan coba-coba memainkan hatinya jika tidak ada niatan keseriusan.
Wanita lebih sering diam ketika disakiti? memang. Inilah beberapa pesan dari dari kaum wanita untuk kaum laki-laki yang sering memberi harapan namun enggan memberi kepastian.

hijrah muslimah

Januari 12, 2018 0 Comments
ALLAH Subhanahu Wata’ala pelindung orang-orang yang beriman, Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada satu cahaya (iman).” (QS. Al Baqarah (2) : 257).

DATANGNYA hidayah terkadang unik, di luar nalar kita. Ia tidak berproses secara logis, bahkan terkesan instan. Ia bagaikan lailatul qadar yang menurut Buya Hamka, waktunya sebentar tetapi mampu mengubah jalan hidup.
Namun, jika dirunut datangnya hidayah sesungguhnyadiawali proses spiritual (mujahadah) yang panjang. Hidayah ibarat seorang siswa yang memperoleh penghargaan akademik karena kepintarannya. Upacara penghargaan memang berjalan hanya 10 menit. Namun, proses mencapai puncak prestasi tersebut butuh kerja keras untuk waktu yang lama.
Begitu juga hidayah. Untuk mendapatkannya, orang perlu berproses terlebih dahulu. Proses itulah yang akan mendatangkan pahala buatnya, sesuai dengan tingkat kepayahannya (al ujratu ‘alaa qodri al masyaqqah).
Adalah kisa yang terjadi dengan seorang Muslimah di Kudus, Jawa Timur. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama sekitar tahun 1991, ukhti yang kini menjadi pengasuh santriwati SMPII Luqman Al Hakim, Hidayatullah ini masuk sekolah kebidanan dan memilih tinggal di asrama. Saat itulah hidayah datang. Ia memutuskan untuk mengenakan busana Muslimah.
Ini keputusan hijrah yang luar biasa buat dirinya. Sebab, latar belakang pendidikannya bukan sekolah agama. Ia tak pernah diajarkan tentang kewajiban berhijab selama duduk di bangku sekolah. Yang ia pahami, menutup aurat hanya wajib ketika sedang shalat.
Keadaan ini diperparah oleh kurang simpatinya penampilan figur Muslimah berjilbab di kampungya. Jilbab diposisikan hanya sekadar tradisi. Pakaian luar itu tidak identik dengan kesucian batin dan keluhuran akhlak pemakainya.
Alhamdulillah, hidayah itu datang laksana fajar subuh(mitslu falaqish shubh), membuka belenggu hatinya, melapangkan dadanya untuk menerima cahaya kebenaran.
Ada harapan baru, motivasi baru, dan cara pandang baru.
Usai berhijrah, ia terus berupaya meningkatkan kualitas amal shalih, sebagaimana cara bersyukurnya Nabi Sulaiman AS:
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk menger jakan amal Sholeh yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang Sholeh.” (QS: An Naml [27] : 19).
Awal Datangnya Hidayah
Cerita ini bermula ketika lima siswi sekolah kebidanan membuat gebrakan tak biasa. Mereka memberanikan diri memakai jilbab di sekolah.
Yang menarik, langkah berani kelima siswi itu bukan sekadar ikut trendi, apalagi membuat sensasi. Mereka melakukan itu untuk sebuah keyakinan. Dan, mereka terlihat sangat kuat memegang prinsip (mabda). Mereka tak takut dengan siapa pun meski Surat Keputusan tentang dibolehkannya memakai jilbab di sekolah kesehatan belum turun.
Mereka terlihat sangat siap menanggung risiko tak diizinkan ikut ujian dan praktik lapangan, bahkan andai harus dikeluarkan dari sekolah sekalipun. Belum lagi harus menghadapi intimidasi, interogasi, pengucilan, pembunuhan karakter, dan dicitrakan ekstrim. Konsekuensi seberat apa pun mereka siap terima.
Mereka juga berhati-hati dalam bergaul dengan lawan jenis. Mereka berperilaku terpuji. Dan, yang mencengangkan, mereka unggul dalam prestasi akademik.
Fenomena ini menumbuhkan rasa empati yang dalam pada iri sang ukhti kepada lima sahabatnya ini. Rasa empati ini kemudian berkembang menjadi keinginan yang besar untuk mengenal Islam lebih dalam lagi, utamanya syariat berjilbab.
”Apakah kita termasuk orang-orang yang hanya mengambil sebagian syariat yang sesuai dengan nafsusyahwat dan menanggalkan syariat yang lain (jilbab).
Hidayah Allah jangan disia-siakan sebelum Allah menggembok pintu hati kita.” Begitulah pesan lima pionir penegakan syariat di sekolah itu kepada sang ukhti pada suatu hari.
Maka, tahulah ia bahwa berhijab merupakan kewajibansetiap Muslim yang kedudukannya sama dengan wajibnya rukun Islam. Ia bersifat qath’iyyatuts tsubut (ketentuan yang pasti, mengikat).
Kata-kata yang diucapkan kelima sahabatnya tersebut laksana sihir (inna minal bayani la sihran) yangmenggugah kesadarannya. Pernyataan yang keluar dari hati itu (qaulan tsaqila, qaulan layyina, qaulan karima, qaulan ma’rufah) menghunjam kuat dalam hatinya, menguatkan tekad untuk segera mengambil keputusan penting dalam fase kehidupannya, yaitu berjilbab, sekalipun keluarga kurang mendukung.
Keputusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dengan modal perhiasan pemberian orang tua, sang ukhti membeli satu jilbab dan kain untuk mengganti seragam sekolah. Pakaian Muslimah yang hanya sepotong itu tentu saja tidak cukup. Sang ukhti terpaksa meminjam jilbab temannya jika jilbabnya kotor.
Awal mula memakai jilbab terasa canggung. Maklum, jilbab yang dipakai berukuran 150 cm. Ia tak biasa.
Namun, keyakinan di dalam lubuk hati mengalahkan semuaitu. Nikmatnya iman telah mengubah pola pandang, orientasi hidup, dan perilaku.
Bahkan, ada kenikmatan spiritual (lazzatur ruh), meminjam istilah Abul Ala Al Maududi dalam karya monumentalnya al Hijab, menjalar dalam tubuhnya.
Kenikmatan itu adalah ketenangan jiwa; terkontrolnya ucapan, sikap, dan perbuatan; tidak takut menghadapi ancaman dan teror yang dibuat manusia sekaligus penyerahan diri secara total kepada Allah Yang Maha Melindungi; terjaganya kesucian, kemuliaan, dan kehormatan; serta terangakatnya martabat.
Dia jadi teringat ungkapan bijak orang tua zaman dahulu: ajining rogo soko busono, ajining diri soko lathi (harga diri fisik seorang diukur dari cara berpakaian, kualitas kepribadian dinilai dari cara berbicara). Ia bisa memahami bahwa jilbab tidak sekadar asesoris, hiasan lahiriah, tetapi berpengaruh juga pada kesucian batin pemakainya.
Sejak itu, pakaian Muslimah yang dipakainya menjadi filter sikap, tutur kata, pergaulan, kesehariannya. Ia telah menemukan konsep kehidupan. Ia semakin rajin mengikuti berbagai kajian keislaman (liqo).
Halaqah-halaqah taklim telah membuka cakrawala pikirannya tentang kesempurnaan Islam. Ia semakin tidak khawatir dan tidak berduka setiap diterpa persoalan hidup. Ia mudah berfikir jernih dan tidak emosional. Berbagai ujian yang datang, ia pahami sebagai usaha untuk meningkatkan derajatnya dan mengurangi dosanya.
فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَن تَبِعَ هُدَايَ فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
”… Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS: Al Baqarah [2] : 38).
Berjuang Untuk Jilbab
Setelah diri mendapat hidayah maka tugas berikutnya adalah mengajak orang lain untuk menggapai hidayah yang sama. Itulah dakwah. Sang ukhti paham betul bahwa ia juga punya tanggungjawab sosial untuk mendakwahnya syariat Islam kepada orang lain.
Dakwah yang paling sederhana adalah teladan. Itu telah ia tunjukkan dengan ucapan, perbuatan, juga prestasi.
Tak cuma itu, sang ukhti dan beberapa aktivis Muslimah di Madiun, Jawa Timur, juga bertekat memperjuangkan syariat berjilbab di lembaga pendidikan kesehatan agar kelak adik-adik kelasnya bisa menjalankan syariat tanpa perasaan takut.
Mereka mencari dukungan para dokter di rumah sakit dan mendatangi Dinas Pendidikan Propinsi di Surabaya.
Alhamdulillah, pertolongan Allah datang. Surat Keputusan soal jilbab turun beberapa hari sebelum ujian. Semua siswi berjilab lulus dengan predikat sangat memuaskan dan sekarang telah bertugas ke berbagai daerah.
Bukan Mode
Saat ini wanita berjilbab telah menjadi pemandangan sehari-hari. Sayangnya, filosofi jilbab belum banyak dipahami secara utuh oleh pemakainya. Jilbab masih dimaknai sekadar mode, tak dijadikan fungsi taklim (pengajaran), tazkiyah (penyucian), tarbiyah (pembinaan), tashfiyah(pemurnian cara pandang), dantarqiyah (peningkatan kualitas kepribadian).
Akibatnya, betapa banyak Muslimah yang berjilbab namun bebas bergaul dengan laki-laki lain yang bukan mahramnya. Pola berislam seperti ini jelas indicator sebuah kemunafikan. Nau’zubillah minzalik!
Sang ukhti adalah contoh nyata di zaman yang serba bebas sekarang ini bahwa tegaknya syariat harus diperjuangkan lewat dakwah dan teladan. Selebihnya, serahkanlah kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang berhak memberi hidayah kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya.
Kisah ini menunjukkan, bahwa hidayah juga bisa datang dengan cara diusahakan alias ‘dijemput’. Ini sebagaimana janji Allah Subhanahu Wata’ala;
لِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكاً هُمْ نَاسِكُوهُ فَلَا يُنَازِعُنَّكَ فِي الْأَمْرِ وَادْعُ إِلَى رَبِّكَ إِنَّكَ لَعَلَى هُدًى مُّسْتَقِيمٍ
“Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syariat) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus (Islam)”. (QS: Al-Hajj: 67)
Juga seperti firman Allah:
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS: Al-Ankabut: 69).*

Sejarah singkat lahirnya Pancasila

Januari 12, 2018 0 Comments
LAHIRNYA Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan oleh Soekarno dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (bahasa Indonesia: “Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan”) pada tanggal 1 Juni 1945. Dalam pidato inilah konsep dan rumusan awal “Pancasila” pertama kali dikemukakan oleh Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan “Lahirnya Pancasila” oleh mantan Ketua BPUPK Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPK tersebut.
Menjelang kekalahan Tentara Kekaisaran Jepang di akhir Perang Pasifik, tentara pendudukan Jepang di Indonesia berusaha menarik dukungan rakyat Indonesia dengan membentuk Dokuritsu Junbi Cosakai (bahasa Indonesia: “Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan” atau BPUPK, yang kemudian menjadi BPUPKI, dengan tambahan “Indonesia”).
Badan ini mengadakan sidangnya yang pertama dari tanggal 29 Mei (yang nantinya selesai tanggal 1 Juni 1945). Rapat dibuka pada tanggal 28 Mei 1945 dan pembahasan dimulai keesokan harinya 29 Mei 1945 dengan tema dasar negara. Rapat pertama ini diadakan di gedung Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang kini dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila. Pada zaman Belanda, gedung tersebut merupakan gedung Volksraad (bahasa Indonesia: “Perwakilan Rakyat”).
Setelah beberapa hari tidak mendapat titik terang, pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamakannya “Pancasila”. Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu diterima secara aklamasi oleh segenap anggota Dokuritsu Junbi Cosakai.
Selanjutnya Dokuritsu Junbi Cosakai membentuk Panitia Kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno tersebut. Dibentuklah Panitia Sembilan (terdiri dari Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso,Abdul Kahar Muzakir, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Wahid Hasjim, dan Mohammad Yamin) yang ditugaskan untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang diucapkan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, dan menjadikan dokumen tersebut sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Setelah melalui proses persidangan dan lobi-lobi akhirnya rumusan Pancasila hasil penggalian Bung Karno tersebut berhasil dirumuskan untuk dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945, yang disahkan dan dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia merdeka pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh BPUPKI.
Dalam kata pengantar atas dibukukannya pidato tersebut, yang untuk pertama kali terbit pada tahun 1947, mantan Ketua BPUPK Dr. Radjiman Wedyodiningrat menyebut pidato Ir. Soekarno itu berisi “Lahirnya Pancasila”.